DAN HASIL BELAJAR TEMATIK SISWA KELAS V
SD NEGERI 5
KARANGASEM KECAMATAN
KARANGASEM TAHUN AJARAN
2017/2018
Oleh
Ni Luh
Putu Tirtawati, S.Pd
NIP.
Dipresentasikan
di Amlapura pada
Acara
Lomba Guru Berprestasi
TK
Kabupaten Karangasem
Tanggal
11 Mei 2018
ABSTRAK
Penelitian ini didasari oleh rendahnya hasil belajar Kelas
V dan Juga pembelajaran yang monoton. Sehingga perlu sebuah solusi dengan
menerapkan pembelajaran PAKEM dengan teknik bernyanyi. Penelitian ini bertujuan untuk
meningkatkan hasil belajar Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub
Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan) kelas V melalui penerapan pembelajaran PAKEM dengan
teknik bernyanyi .Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua
siklus. Rancangan setiap siklus terdiri dari 3 Kali pertemuan. SDN 5 Karangasem jumlah siswa 26 orang. Pengumpulan data pada
penelitian ini menggunakan pencatatan dokumen , instrumen observasi dan tes
hasil belajar. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode
deskriptif. Berdasarkan analisis data dapat Aktivitas belajar siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 5
Karangasem Tahun Pelajaran 2017/2018 dengan
capaian aktivitas meningkat 8,95% dari siklus I sebesar 75,19% ke siklus II
menjadi 81,92%. Hasil belajar siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem
Tahun Pelajaran 2017/2018 dengan capaian hasil belajar yang meningkat 10,94%
dari 73,85% pada siklus I menjadi 81,92% pada siklus II.
Kata Kunci : Pembelajaran, PAKEM, Bernyanyi, Hasil
belajar
Latar Belakang Masalah
Proses
pembelajaran akan lebih efektif apabila siswa berpartisipasi aktif. Dengan
berpartisipasi, siswa akan mengalami, menghayati, dan menarik pelajaran dari
aktivitas yang dilakukan, sehingga hasil belajar tertanam secara lebih mendalam
pada diri siswa. Salah satu faktor yang
mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan pembelajaran adalah efektif atau tidaknya pembelajaran yang
dilaksanakan oleh para guru di kelas. Proses pembelajaran membutuhkan metode
yang tepat, metode mengajar yang digunakan seharusnya berorientasi pada siswa
yaitu siswa belajar secara interaktif dan mempunyai kesempatan melakukan
komunikasi dan argumentasi.
Keberhasilan suatu pembelajaran didukung oleh
banyak faktor yaitu kurikulum, siswa, sarana dan prasarana, kondisi lingkungan, guru,
metode atau strategi yang diterapkan dalam pembelajaran
(Dimyati,1994:247). Terkait faktor-faktor pendukung tersebut di Sekolah Dasar
Negeri 5 Karangasem belum berjalan maksimal. Keaktifan dan hasil belajar siswa khususnya pembelajaran
tematik kelas V pada Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem sampai saat ini masih kurang, terlihat saat proses pembelajaran keaktifan siswa sangat rendah jarang ada siswa yang mau bertanya bila belum
mengerti, dan hasil belajar
juga masih kurang. Dari salah satu hasil obervasi awal semester ganjil yang dilaksanakan pada Kelas
V Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem
menunjukkan rata – rata hasil belajar 65,77. Daya Serap 65,77% dan Kreteria Ketuntasan Minimal
(KKM) klasikal mencapai 42,31% hal ini menunnjukkan hasil yang
masih di bawah dari yang diharapkan yaitu Daya Serap diatas 75% dan Kreteria
Ketuntasan Minimal (KKM) klasikal diatas
75%. Kreteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk Kelas V di Sekolah Dasar
Negeri 5 Karangasem yaitu
70.
Identifikasi Masalah
Dari latar belakang di atas dapat diidentifikasi berbagai masalah
sebagai
berikut yaitu: 1) Masih rendahnya aktivitas
belajar siswa kelas V dalam pembelajaran Tematik terpadu di Sekolah Dasar Negeri
5 Karangasem ; 2)
Masih rendahnya hasil belajar siswa Kelas V di
Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem pada pembelajaran tematik; 3) Pelaksanaan pembelajaran tematik
terpadu yang cakupannya luas sehingga menyulitkan dalam rangka menemukan metode
yang tepat dalam pelaksanaan pembelajarannya; 4) Keradaan buku siswa dan guru yang
mengarahkan guru dalam pembelajaran menyulitkan dalam pengembangan penerapan
metode pembelajaran.
Pembatasan Masalah
Dari
banyaknya masalah yang diidentifikasi di atas, maka perlu diadakan pembatasan
masalah. Adapun pembatasan masalah yang dikemukakan adalah:; 1) Penelitian ini difokuskan pada siswa
Kelas V Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem; 2) Penelitian ini hanya terbatas pada pembelajaran PAKEM dengan teknik
bernyanyi; 3) Penelitian ini terbatas aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik Kelas V Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem.
Menindak lanjuti hal-hal yang demikian, peneliti melakukan sebuah
penelitian tindakan kelas (Classroom
Action Research) pada Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan)
Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan) Pembelajaran 1
semester ganjil 2017/2018. Tujuan utama
dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Pembelajaran Tema 7
(Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi
Kemerdekaan).
Rumusan Masalah
Dari
batasan masalah di atas, dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut: 1) Apakah penerapan pembelajaran PAKEM
dengan teknik bernyanyi dapat meningkatkan aktivitas belajar
Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa
Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan) Pembelajaran 1 siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 5
Karangasem
Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018? 2) Apakah penerapan pembelajaran PAKEM
dengan teknik bernyanyi dapat meningkatkan hasil belajar Pembelajaran Tema
7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar
Proklamasi Kemerdekaan) Pembelajaran 1 siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 5
Karangasem
Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018?
Tujuan
Penelitian
Berdasarkan pada perumusan masalah di atas,
tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah: 1) Untuk
meningkatkan
aktivitas belajar siswa Kelas V Sekolah Dasar
Negeri 5 Karangasem dengan penerapan
pembelajaran PAKEM dengan teknik bernyanyi pada pembelajaran
Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar
Proklamasi Kemerdekaan) Pembelajaran 1 Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018; 2) Untuk meningkatkan hasil belajar
siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem
dengan penerapan pembelajaran PAKEM
dengan teknik bernyanyi pada pembelajaran
Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar
Proklamasi Kemerdekaan) Pembelajaran 1 Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018.
Manfaat
Penelitian
Hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberikan masukan terhadap khasanah pengetahuan serta dapat bermanfaat
bagi ilmuwan dalam pengembangan teori-teori pendidikan terkait dengan Pembelajaran Tematik.
Secara praktis penelitian
ini juga diharapkan bermanfaat bagi peneliti untuk memotivasi diri unuk
mengadakan penelitian lain dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran,
sehingga siswa akan mendapatkan manfaat dalam meningkatkan hasil belajarnya.
Berdasarkan hal itu maka sekolah dimana peneliti bertugas akan memotivasi guru
lain untuk melakukan hal yang sama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah dari
sisi pembelajarannya.
Pengertian
Pembelajaran PAKEM
Pembelajaran
PAKEM merupakan sebuah inovasi dalam pembelajaran. Halimah (2018:76) menyatakan
bahwa Pendekatan pembelajaran PAKEM merupakan proses pembelajaran yang menciptakan
keaktifan guru dan siswa dalam pelajaran yang menyenangkan dan efektif.
Sedangkan dalam Hermawan (2006 : 45)
dijelaskan Pembelajaran
PAKEM adalah sebuah pembelajaran yang suasana belajar melibatkan siswa dan guru
dalam interaksi dua arah, situasi kelas dan terdapat inovasi – inovasi guru
yang membuat situasi kelas menyenangkan.
Dari uraian diatas maka pendekatan PAKEM merupakan pendekatan pembelajaran dimana guru dan peserta didik untuk mengerjakan
kegiatan yang beragam dalam rangka mengembangkan keterampilan dan pemahamannya,
dengan penekanan peserta didik belajar sambil bekerja, sementara guru
menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar (termasuk pemanfaatan
lingkungan), supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan efektif.
Metode Bernyanyi
Bernyanyi
merupakan hal yang menyenangkan. Hermawan dalam ( 2006:24 ) menyatakan bahwa
pembelajaran akan efektif jika dilakukan dengan menyenangkan.
Metode bernyanyi merupakan metode
yang melafazkaan suatu kata/ kalimat tunggal, Siswa bernyanyi sesuai dengan
kesenangan siswa. Metode
bernyanyi adalah metode pengajaran yang dilakukan dengan cara berdendang,
dengan menggunakan suara yang merdu, nada yang enak didengar dan kata-kata yang
mudah dihapal (Sulistiyo, 2007 : 34 )
.Nyanyian merupakan alat untuk
mencurahkan pikiran dan perasaan untuk berkomunikasi. Nyanyian memiliki fungsi
sosial selama nyanyian itu dikomunikasikan. Kekuatan nyanyian pada fungsi ini
dapat kita lihat pada pendidikan. Melalui nyanyian, kita berupaya membantu diri
anak menuju kedewasaan dalam hal menumbuhkembangkan aspek fisik, intelegensi,
emosi dan rasa sosial anak. Sulistiyo (2007 : 45 ) menjelaskan nyanyian yang
baik buat siswa adalah sesuai untuk anak-anak, adalah antara lain : 1) Nyanyian yang dapat membantu
pertumbuhan dan perkembangan diri 2) anak (aspek fisik, intelegensi, emosi,
sosial) ; 3) Nyanyian itu
bertolak dari kemampuan yang telah dimiliki anak ; 4) Isi lagu sesuai dengan dunia anak-anak; 5) Bahasa yang digunakan sederhana; 6) Luas wilayah nada sepadan dengan
kesanggupan alat suara dan pengucapan anak.
Dari uraian
di atas dapat disimpulkan bahwa metode bernyanyi adalah penyampaian pelajaran
dengan cara guru menyanyi/berdendang dengan suara yang merdu dan nada yang enak
didengar sebagai suatu upaya untuk menyampaikan bermacam informasi dan
pengetahuan.
Pengertian Aktivitas Belajar
Pembelajaran yang aktif adalah pembelajaran yang
menyediakan kesempatan belajar
sendiri atau
melakukan aktivitas sendiri. Proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas merupakan aktivitas mentransformasikan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan (Martinis, 2007). Aktivitas
merupakan prinsip atau asas yang sangat penting dalam interaksi belajar mengajar (Sardiman, 2006).
Saat pembelajaran belangsung siswa mampu memberikan
umpan balik terhadap guru. Sardiman (2006: 100) menyatakan
bahwa aktivitas belajar merupakan aktivitas yang bersifat fisik
maupun mental. Dalam kegiatan belajar keduanya saling berkaitan
Hamalik (1995) menyatakan bahwa aktivitas belajar
merupakan kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Aktivitas belajar dapat terwujud
apabila
siswa terlibat
belajar secara
aktif. Martinis (2007)
mendefinisikan belajar aktif sebagai
usaha
manusia untuk membangun pengetahuan dalam dirinya. Pembelajaran akan menghasilkan suatu perubahan dan peningkatan
kemampuan, pengetahuan dan
ketrampilan pada diri siswa. Siswa mampu menggali
kemampuannya dengan rasa
ingin tahunya sehingga interaksi yang terjadi akan menjadi pengalaman dan keinginan untuk mengetahui
sesuatu yang baru.
Berdasarkan pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa
aktivitas belajar merupakan kegiatan atau tindakan baik fisik maupun mental yang
dilakukan oleh individu untuk membangun pengetahuan
dan
ketrampilan
dalam diri dalam kegiatan pembelajaran.
Aktivitas
belajar akan
menjadikan pembelajaran yang efektif. Guru tidak hanya
menyampaikan pengetahuan dan ketrampilan saja. Namun, guru harus
mampu membawa siswa
untuk aktif dalam belajar.
Hasil Belajar Siswa
Tirtonegoro (2001) mengemukakan hasil belajar adalah
penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf maupun kalimat yang
dapat mencerminkan hasil yang
sudah dicapai oleh setiap siswa
dalam periode tertentu. Djamarah (1996) mengungkapkan hasil belajar adalah hasil yang diperoleh berupa
kesan-kesan yang
mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari
aktivitas
dalam belajar.
Widoyoko (2009), mengemukakan bahwa hasil belajar
terkait dengan pengukuran, kemudian akan terjadi suatu
penilaian dan menuju
evaluasi baik menggunakan tes maupun
non-tes. Pengukuran, penilaian dan evaluasi bersifat hirarki. Evaluasi
didahului dengan
penilaian
(assessment),
sedangkan penilaian
didahului dengan
pengukuran.
Pembelajaran Tematik
Pembelajaran tematik memiliki perbedaan
kualitatif (qualitatively different)
dengan model pembelajaran lain. Pembelajaran tematik sifatnya memandu peserta
didik mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher levels of thinking) atau keterampilan berpikir dengan
mengoptimasi kecerdasan ganda (multiple
thinking skills), sebuah proses inovatif bagi pengembangnan dimensi sikap,
keterampilan,
dan pengetahuan.
Implemementasi pembelajaran tematik menuntut
kemampuan guru dalam mentransformasikan materi pembelajaran di kelas. Karena
itu, guru harus memahami materi apa yang diajarkan dan bagaimana
mengaplikasikannya dalam lingkungan belajar di kelas. Oleh karena pembelajaran
tematik ini bersifat ramah otak, guru harus mampu mengidentifikasi
elemen-elemen lingkungan yang mungkin relevan dan dapat dioptimasi ketika
berinteraksi dengan peserta didik selama proses pembelajaran yaitu : 1) Mereduksi
tingkat kealpaan atau bernilai tambah berpikir reflektif; 2) Memperkaya sensori
pengalaman di bidang sikap, keterampilan, dan pengetahuan; 3) Menyajikan isi
atau substansi pembelajaran yang bermakna; 4) Lingkungan yang memperkaya
pembelajaran; 5) Bergerak memacu pembelajaran (Movement to Enhance Learning); 6) Membuka pilihan-pilihan; 7)
Optimasi waktu secara tepat; 8) Kolaborasi; 9_ Umpan balik segera.; 9) Ketuntasan
atau aplikasi.
Tujuan pembelajaran tematik terpadu adalah: 1) mudah memusatkan
perhatian pada satu tema atau topik tertentu; 2) mempelajari pengetahuan dan
mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama; 3) memiliki
pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan; 4) mengembangkan
kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran
lain dengan pengalaman pribadi peserta didik; 5) lebih bergairah belajar karena
mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya,
menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain; 6) lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena
materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas; 7) guru dapat menghemat waktu, karena mata pelajaran
yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam 2 atau 3 pertemuan bahkan lebih dan
atau pengayaan; dan 7) budi pekerti dan moral peserta didik dapat ditumbuh
kembangkan dengan mengangkat sejumlah nilai budi pekerti sesuai dengan situasi
dan kondisi.
Berikut adalah ciri-ciri dari pembelajaran
tematik terpadu : 1) Memberikan pengalaman langsung pada anak; 2) Pemisahan antar
muatan pelajaran tidak begitu jelas (menyatu
dalam satu pemahaman dalam
kegiatan); 3) Menyajikan konsep dari berbagai pelajaran dalam satu proses
pembelajaran (saling terkait antar
muatan yang satu dengan lainnya); 4) Bersifat luwes (keterpaduan berbagai
muatan pelajaran); 5) Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat
dan kebutuhan anak (melalui penilaian proses dan hasil belajarnya).
Pembelajaran Tematik Terpadu melalui beberapa tahapan yaitu pertama guru harus mengacu pada tema sebagai pemersatu berbagai
muatan pelajaran untuk satu tahun.Kedua guru melakukan analisis Standar Kompetensi
Lulusan, Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar dan
membuat indikator dengan tetap memperhatikan muatan materi dari Standar Isi. Ketiga membuat hubungan pemetaan antara kompetensi dasar dan indikator dengan tema. Keempat
membuat jaringan KD,
indikator. Kelima menyusun silabus tematik dan keenam membuat rencana
pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu dengan menerapkan pendekatan
saintifik.
Kerangka Berpikir
Agar pembelajaran
siswa dapat terlibat secara aktif dalam proses memperoleh dan memahami materi
yang diajarkan maka diperlukan metode yang melibatkan siswa secara maksimal
dalam pembelajaran salah satunya adalah menerapkan pembelajaran PAKEM dengan teknik bernyanyi dalam
kerangka pembelajaran tematik. Pembelajaran ini dilaksanakan sehingga tidak membosankan untuk
mencapai tujuan
pembelajaran Dengan
menerapkan pembelajar diharapkan hasil belajar dapat meningkat.
|
Metode
Lama
|
|
Hasil
belajar
|
|
Metode Pakem dengan teknik
bernyanyi dalam keranka pembelajaran tematik
|
|
Meningkat
|
|
Permasalahan
|
2.8 Hipotesis Tindakan
Adapun
hipotesis dalam penelitian ini adalah Penerapan pembelajaran PAKEM dengan
teknik bernyanyi dapat meningkatkan hasil belajar tematik siswa Kelas V Sekolah Dasar
Negeri 5 Karangasem Semester
II Tahun Pelajaran 2017/2018.
Rancangan
Penelitian
Penelitian ini
dilaksanakan dalam dua (2) siklus yang masing-masing siklus terdiri dari 4
(empat) tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan
evaluasi, serta refleksi. Adapun tahapan-tahapan atau alur pelaksanaan tindakan
untuk masing-masing siklus adalah sebagaimana tampak pada gambar.1 yaitu :
Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas V Sekolah Dasar
Negeri 5 Karangasem yang 26 Orang, yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Mengacu pada batasan penelitian ini, maka objek dari
penelitian tindakan kelas ini aktivitas dan hasil belajar siswa dengan
menggunakan penerapan pembelajaran PAKEM dengan teknik bernyanyi dan
simulasi.
Selama 3 bulan yang
berlangsung pada Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2
(Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan) Pembelajaran 1 Kelas V
dengan jadwal siklus I pada tanggal 22, 23 Pebruari 2018 yang diselingi tes
siklus I tanggal 26 Pebruari 2018. Siklus II dilaksanakan tanggal 1 dan 2 Maret
2018 yang diakhiri tes siklus II pada tanggal 5 Maret 2018.
Kondisi
pembelajaran siswa Kelas V Sekolah Dasar
Negeri 5 Karangasem yang di peroleh dari
hasil tes ulangan harian menunjukkan
bahwa dari 26 orang siswa hanya 11 orang yang mendapat nilai di atas
kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan 26 orang siswa mendapat nilai di bawah
kriteria ketuntasan minimal (KKM). Dengan demikian masih banyak siswa
kelas tersebut yang belum mencapai standar ketuntasan minimal (KKM).
Siklus I
Kegiatan
|
Deskripsi
|
Alokasi Waktu
|
Pendahuluan
|
1. Kelas
dibuka dengan salam, menanyakan kabar, dan mengecek kehadiran siswa.
2. Kelas
dilanjutkan dengan doa dipimpin oleh salah seorang siswa.
3. Guru mengecek kesiapan siswa untuk memulai pembelajaran
4. Guru menanyangkan gambar tentang sebuah peristiwa
sebagai apersepi.
5. Guru
menginformasikan tentang materi yang
akan dipelajari yaitu tentang Peristiwa
Kebangsaan Seputar ProklamasiKemerdekaan
|
5 menit
|
Kegiatan inti
|
Pertemuan I
1 Guru
membuka pelajaran dengan menunjukkan gambar pembacaan teks Proklamasi
Kemerdekaan RI
2 Guru
mengajak siswa mengamati gambar kemudian siswa diminta memberikan penjelasan
tentang gambar tersebut (Mengamati)
3 Guru
memberi kesempatan siswa untuk bertanya jawab tentang teks Proklamasi
Kemerdekaan Indonesia (Menanya)
4 Siswa
dan guru berdiskusi tentang keterlibatan tokoh-tokoh dalan pembacaan Naskah
Proklamasi. (Menalar)
5 Guru
memberikan lagu yang isinya tentang
tokoh-tokoh proklamasi
6 Siswa
diajak untuk menyanyikan lagu tersebut (Mencoba)
Pertemuan II
7 Siswa diajak bersimulasi bermain peran
tentang peristiwa proklamasi. (Mencoba)
8 Siswa
mempresentasikan hasil masing-masing kelompok.(Mengkomunikasikan)
9 Siswa
diajak bermain tebak gambar (Mencoba)
10 Guru
mengajak siswa mengulang lagu yang
isinya tentang tokoh-tokoh Proklamasi untuk menguatkan ingatan siswa tentang
materi yang telah dipelajari.
11 Siswa
mendiskusikan tentang tempo dari lagu yang dinyanyikan
12 Siswa
bersama kelompoknya mengerjakan LKS tentang lagu lagu yang bertempo
lambat,sedang,dan cepat. (Mencoba)
13 Mempresentasikan
hasil masing-masing kelompok. .(Mengkomunikasikan)
|
35 menit
35 menit
|
Penutup
|
1. Siswa
bersama guru melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah berlangsung:
·
Apa saja yang telah dipelajari dari
kegiatan hari ini?
2. Siswa
bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran pada hari ini.
3. Bertanya
jawab tentang materi yang telah dipelajari
4. Guru
menyampaikan tentang aktivitas pembelajaran pada pertemuan selanjutnya
tentang Peristiwa Penting dalam Pembentukan NKRI
5. Melakukan penilaian pembelajaran
6. Kelas
ditutup dengan doa bersama dipimpin salah seorang siswa.
|
15 menit
|
Refleksi pada akhir siklus I didasarkan pada hasil tes
belajar siswa, hasil wawancara dengan
siswa mengenai kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dan kendala-kendala yang
ditemukan selama pelaksanaan tindakan pada siklus I. Hasil refleksi tindakan
siklus I ini yang akan digunakan sebagai dasar merefleksi perencanaan dan
pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan untuk menyempurnakan perencanaan dan pelaksanaan tindakan pada
siklus II.
Siklus II
Kegiatan
|
Deskripsi
|
Alokasi Waktu
|
Pendahuluan
|
1. Kelas
dibuka dengan salam, menanyakan kabar, dan mengecek kehadiran siswa.
2. Kelas
dilanjutkan dengan doa dipimpin oleh salah seorang siswa.
3. Guru mengecek kesiapan siswa untuk memulai pembelajaran
4. Guru menanyangkan gambar tentang sebuah peristiwa
sebagai apersepi.
5. Guru
menginformasikan tentang materi yang
akan dipelajari yaitu tentang Peristiwa
Kebangsaan Seputar ProklamasiKemerdekaan
|
5 menit
|
Kegiatan inti
|
Pertemuan I
1 Guru
membuka pelajaran dengan menunjukkan gambar pembacaan teks Proklamasi
Kemerdekaan RI
2 Guru
mengajak siswa mengamati gambar kemudian siswa diminta memberikan penjelasan
tentang gambar tersebut (Mengamati)
3 Guru
memberi kesempatan siswa untuk bertanya jawab tentang teks Proklamasi
Kemerdekaan Indonesia (Menanya)
4 Siswa
dan guru berdiskusi tentang keterlibatan tokoh-tokoh dalan pembacaan Naskah
Proklamasi. (Menalar)
5 Guru
memberikan lagu yang isinya tentang
tokoh-tokoh proklamasi
6 Siswa
diajak untuk menyanyikan lagu tersebut (Mencoba)
Pertemuan II
7 Siswa diajak untuk bersimulasi bermain
peran. Tentang peristiwa
proklamasi (Mencoba)
8 Siswa
mempresentasikan hasil masing-masing kelompok.(Mengkomunikasikan)
9 Siswa
diajak bermain tebak gambar (Mencoba)
10 Guru
mengajak siswa mengulang lagu yang
isinya tentang tokoh-tokoh Proklamasi untuk menguatkan ingatan siswa tentang
materi yang telah dipelajari.
11 Siswa
mendiskusikan tentang tempo dari lagu yang dinyanyikan
12 Siswa
bersama kelompoknya mengerjakan LKS tentang lagu lagu yang bertempo
lambat,sedang,dan cepat. (Mencoba)
13 Mempresentasikan
hasil masing-masing kelompok. .(Mengkomunikasikan)
|
35 menit
35 menit
|
Penutup
|
1.
Siswa bersama guru melakukan refleksi
atas pembelajaran yang telah berlangsung:
· Apa
saja yang telah dipelajari dari kegiatan hari ini?
2.
Siswa bersama guru menyimpulkan hasil
pembelajaran pada hari ini.
3.
Bertanya jawab tentang materi yang telah
dipelajari
4.
Guru menyampaikan tentang aktivitas
pembelajaran pada pertemuan selanjutnya tentang Peristiwa Penting dalam
Pembentukan NKRI
5. Melakukan penilaian pembelajaran
6. Kelas
ditutup dengan doa bersama dipimpin salah seorang siswa.
|
15 menit
|
Refleksi yang dilakukan pada akhir siklus II didasarkan ,
hasil tes belajar siswa, hasil wawancara dengan siswa, dan kendala-kendala yang
ditemukan selama pelaksanaan tindakan pada siklus II. Kemudian hasil refleksi
tindakan siklus II ini yang akan digunakan sebagai dasar untuk menyusun
laporan dari peneliti yang telah
dilaksanakan.
Metode pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pencatatan dokumen, aktivitas
dan hasil belajar siswa seperti tabel dibawah ini :
Rubrik
Penilaian Aktivitas Belajar
Muatan
|
Indikator
|
Pernyataan
|
Skor
|
IPS
|
4.1.1 Menyajikan isi teks Proklamasi
|
1. Menyajikan dengna lengkap
2. Menyajikan dengan terstruktur
3 Berbahasa
yang baik dan benar
|
1 = kurang
2 = cukup
3 = baik
4 = baik sekali
|
SBDP
|
4.2.1Menyanyikan lagu bertangga nada
lambat,sedang,dan cepat
|
1. Menyanyi
dengan baik dan benar
2. Menyanyi
dengan kompak dan tertib
|
1 = kurang
2 = cukup
3 = baik
4 = baik sekali
|
Rubrik Penilaian Hasil Belajar
Muatan
|
Indikator
|
No Soal
|
Soal
|
Skor
|
IPS
|
3.4.1. Menyebutkan tokoh-tokoh Proklamasi
Kemerdekaan RI
3.4.2 Mengidentifikasi peristiwa Proklamasi Kemerdekaan RI
|
1
2
3
4
|
Siapa nama bapak Proklamator
RI ?
Siapa pengibar Bendera Pusaka pertama kali ?
Dimana dibacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan RI?
Bagaimana
peristiwa proklamasi itu terjadi?
|
2
2
2
2
|
SBDP
|
3.2.1 Mengidentifikasi lagu lagu yang bertempo
lambat,sedang dan cepat
|
5
|
Tulislah
2 contoh lagu yang bertempo lambat dan cepat
|
2
|
Data aktivitas
belajar siswa dalam pembelajaran di kelas V didapat melalui tes unjuk
kerja kemudian data dianalisis dengan metode statistik deskriptif, yaitu
di cari rata-rata, daya serap, ketuntasan. Selanjutnya mencari peningkatan yang
terjadi di lihat dengan cara membandingkan hasil siklus I dan II.
Indikator Keberhasilan Penelitian
Penetapan indikator kinerja bertujuan untuk menentukan
tingkat keberhasilan pelaksanaan penelitian tindakan kelas jika ditinjau dari
tujuan penelitian. Indikator kinerja ini merupakan tolak ukur keberhasilan
pelaksanaan penelitian tindakan kelas. Adapun indikator kinerja dalam
penelitian ini adalah hasil rata rata belajar dan aktivitas
belajar siswa diatas 75, daya
serap siswa diatas 75%, dan pencapaian ketuntasan belajar siswa secara klasikal
mencapai di atas 75% atau pada katagori baik. KKM Kelas V SDN 5 Karangasem adalah 70.
Hasil Penelitian
Kondisi awal yang terjadi dalam proses pembelajaran di Kelas V pada Semester II tahun pelajaran 2017/2018
adalah : 1) Metode
ceramah dan tanya jawab yang dilaksanakan
secara individual mendominasi pembelajaran
yang kurang dilandasi pembelajaran kooperatif yang mengarahakan pada keterampilan
proses siswa; 2) Metode ceramah dan tanya jawab membuat pembelajaran
tidak menyenangkan karena karaketristik siswa Kelas V; 3) Hasil belajar yang
belum optimal. Ini dibuktikan berdasarkan dengan nilai Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam
Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan) pada aspek pengetahuan dari 26 siswa
hanya 11 orang yang hanya mampu mencapai KKM yaitu 70 keatas. Rata – rata hasil belajar hanya 65,77, daya serap 65,77%
Ketuntasan belajar 42,31% .
Siklus I dilaksanakan selama 3 kali pertemuan, siklus I pertemuan I dilaksanakan
pada hari Kamis, 22 Pebruari 2018 dan pertemuan II dilaksanakan pada hari Jumat,
23 Pebruari 2018, Peretemuan ke III dilaksanakan untuk
tes hasil belajar pada hari Senin, 26 Pebruari 2018. Materi
yang dibahas pada siklus I adalah Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa
Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan) Pembelajaran 1 di Sekolah
Dasar Negeri 5 Karangasem yang menerapkan pembelajaran PAKEM dengan teknik bernyanyi.
Pelaksanaan Tindakan dan Observasi
Siklus I
Tahapan ini adalah implementasi dari segala perencanaan
yang telah dipersiapkan sebelumnya. Kegiatan pembelajaran pada siklus I
diawali dengan pengelolaan kelas, dimana guru mengabsensi siswa, membimbing siswa yang membuat gaduh,
memperhatikan tempat dan posisi duduk siswa dan menenangkan siswa sehingga siswa fokus pada
guru. Selanjutnya siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan
mendapat tanggung
jawab menyanyikan
lagu yang mengandung muatan pelajaran. Selanjutnya guru menugaskan untuk
masing-masing kelompok
menyanyikan lagu ke depan. Guru menyamakan persepsi tentang materi. Siswa diberi
kesempatan untuk bertanya dan berkomentar tentang kelompok yang presentasi. Selanjutnya
guru mengadakan evaluasi secara individual untuk mengetahui sejauhmana
pemahaman siswa terhadap materi. Capaian siklus I seperti tabel di bawah ini:
No
|
Capaian
Siklus I
|
Nilai Aktivitas
Belajar
|
Nilai Hasil Belajar
|
1
|
Rata-Rata
|
75,19
|
|
2
|
Kenaikan
hasil belajar
|
73,85
|
|
3
|
Daya serap
siswa
|
75,19%
|
12,28%
|
4
|
Ketuntasan
belajar siswa
|
73,08%
|
73,85%
|
50,00%
|
Ketidak berhasilan tersebut tampaknya
disebabkan pembelajaran PAKEM dengan teknik bernyanyi masih baru dialami oleh
siswa sehingga keberanian untuk
bernyanyi sambil belajar masih perlu ditingkatkan, faktor yang lain masih
kurangnya dalam melafalkan lagu sesuai dengan lirik yang sudah diberikan
Berdasarkan hasil refleksi siklus I,
maka pada siklus II dilakukan dengan beberapa perbaikan: 1) Menambah lagi nyanyian kreasi yang
berisi muatan pelajaran; 2) Memberikan contoh lagu lagu familiar yang bisa di ambil liriknya untuk dimasukkan muatan
pelajaran; 3) Membuat
kelompok baru lagi ; 4) Memberikan
penghargaan terhadap keompok dengan kreasi nyanyian terbaik dan kekompakan; 5) Memberikan motivasi pada anak.
Walaupun kemampuan pengetahuan Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam
Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan) berada pada kriteria baik, masih ditemukan beberapa
permasalahan dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan selama siklus I berlangsung. Adapun
permasalahan yang muncul di siklus I dipaparkan sebagai berikut: 1) Siswa masih
belum menyatu dengan anggota kelompoknya, sehingga dalam belajar menyanyi ada perasaan malu; 2) Siswa baru mengenal irama lagu
sehingga perlu waktu lama unruk mempelajari dan menyanyikan; 3) Kebanyakan
siswa masih malu dan
kurang berani dalam bernyanyi . Ini terlihat pada saat guru meminta
siswa untuk menyuruh kelompok bernyanyi masih salih tunjuk , sikap siswa yang
diam dan tidak mengangkat tangannya. Siswa baru berani bernyanyi ketika diminta oleh guru.
Permasalahan-permasalahan yang
ditemukan di atas kemudian didiskusikan oleh guru dan teman sejawat, dalam
kegiatan refleksi untuk dicarikan solusinya. Melalui kegiatan refleksi ini,
maka disepakati beberapa solusi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan di
atas. Adapun solusi tersebut antara lain: 1) Memberikan penguatan dan motivasi kepada siswa agar
mau lebih semangat dan yakin untuk menyanyikan lagu pelajaran; 2) Memberikan penekanan kepada
siswa untuk tetap memperhatikan waktu dalam bernyanyi; 3) Menambah lagi nyanyian kreasi yang berisi muatan
pelajaran; 4) Memberikan
contoh lagu lagu familiar yang di pakai dalam pelajaran; 5) Membuat kelompok baru lagi; 6) Memberikan penghargaan terhadap
keompok dengan kreasi nyanyian terbaik dan kekompakan.
Siklus
II
Siklus II dilaksanakan selama 3 kali pertemuan,
siklus II
pertemuan I dilaksanakan pada hari Kamis, 1 Maret 2018 dan pertemuan II
dilaksanakan pada hari Jumat, 2 Maret 2018, Peretemuan ke III dilaksanakan untuk tes hasil belajar pada
hari Senin, 5 Maret 2018. Materi yang dibahas pada siklus II
sama dengan siklus I.
Kegiatan pembelajaran pada siklus II diawali dengan pengelolaan kelas,
dimana guru mengabsensi siswa, membimbing siswa yang membuat gaduh, memperhatikan tempat dan
posisi duduk
siswa dan menenangkan siswa sehingga siswa fokus pada guru . Selanjutnya siswa kembali
dibagi menjadi beberapa kelompok dan mendapat tugas untuk belajar dan menyanyikan lagu yang sudah
dipersiapkan sebelumnya.
No
|
Capaian Siklus II
|
Nilai
|
Nilai
|
1
|
Rata-Rata
|
81,92
|
81,92
|
2
|
Kenaikan
hasil belajar
|
8,95%
|
10,94%
|
3
|
Daya serap
siswa
|
81,92%
|
81,92%
|
4
|
Ketuntasan
belajar siswa
|
100,00%
|
100,00%
|
Berdasarkan capaian aktivitas dan
hasil belajar seperti ditunjukan pada tabel di atas telah menggambarkan
keberhasilan pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini. Capaian aktivitas dan
hasil belajar tersebut telah melampaui indikator keberhasiln yang telah
ditetapkan. Pelaksanaan tindakan pada siklus II
disesuaikan dengan hasil refleksi siklus I dengan melakukan beberapa tindakan
perbaikan. Pada tahap siklus II ini, siswa telah menunjukkan hal-hal positif
antara lain : 1) Siswa terlihat sudah mampu bernyanyi secara kelompok secara optimal, tidak
terlihat lagi merasa canggung atau ragu
dalam menyanyikan lagu
yang sudah dipersiapkan; 2) Siswa sudah mulai aktif dan lebih berani dalam
menyanyi lagu yang sudah dipersiapkan . Ini
terlihat dari banyaknya siswa yang mengangkat tangannya ketika guru memberikan
kesempatan kepada siswa untuk menyanyikan lagu; 3) Siswa sudah mulai terbiasa menjawab
soal yang diberikan
sesuai dengan yang telah dipelajarinya
sehingga hasil belajar pada aspek pengetahuan Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan)
Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan) mengalami
peningkatan.
Perbaikan tindakan yang dilaksanakan pada siklus II
ternyata secara kuantitas dapat meningkatkan kemampuan pemahaman siswa
terhadap konsep Pembelajaran
Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar
Proklamasi Kemerdekaan). Capaian aktivitaas pembelajaran telah meningkat
dari siklus I sebesar 75,19% meningkat ke siklus II menjadi 81,92%. Dengan
capaian ketuntasan aktivitas siklus II sebesar 100%. Demikian pula capaian
rata-rata skor kemampuan hasil
belajar siswa telah meningkat dari 73,85% pada siklus I meningkat menjadi
81,92% dengan tingkat ketuntasan sebesar
100% pada siklus II yang
berada pada kriteria sangat baik. Keseluruhan peningkatan aktivitas belajar dari siklus I
ke siklus II adalah 8,95% dan peningkatan hasil belajar sebesar 10,94%.
Perbaikan
pelaksanaan pembelajaran pada siklus I telah mampu memperbaiki capaian pada
siklus II sehingga melampaui indikator keebrhasilan yang ditetapkan.
Berdasarkan capain tersebut maka tahapan pelaksanaan penelitian tindakan kelas
pada siklus II dihentikan.
Simpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan penelitian
ini dapat ditarik simpulan sebagai berikut: 1) Pembelajaran dengan pendekatan PAKEM dengan teknik bernyanyi dapat meningkatkan aktivitas
belajar siswa Kelas V
Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem Tahun
Pelajaran 2017/2018 dengan capaian aktivitas meningkat 8,95% dari siklus I
sebesar 75,19% ke siklus II menjadi 81,92%, dan 2) meningkatkan hasil belajar
siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem Tahun Pelajaran 2017/2018
dengan capaian hasil belajar yang meningkat 10,94% dari 73,85% pada siklus I
menjadi 81,92% pada siklus II.
Laporan penelitian tindakan kelas ini terlaksana tidak
terlepas dari segala kekurangan. Sehingga demi kesempurnaan perencanaan,
pelaksanaan hingga pelaporannya sangat diharapakan adanya saran-saran dari
berbagai pihak. Demikian pula sekelumit karya ini semoga bermanfaat untuk dunia
pendidikan khususnya : 1) Meningkatkan hasil belajar siswa yang dijadikan subjek penelitian; 2) Meningkatkan pemahaman pendidik
tentang pentingnya penelitian tindakan kelas; 3) Meningkatkan perhatian sekolah dalam
mengupayakan penelitian tindakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.
DAFTAR
PUSTAKA
Arikunto, Suharsini. 2006. Manajemen
Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta
Bloom 2018.
Contextual Teaching & Learning. Bandung: Mizan Learning Center
Buda Praksita Sri Pandita. 1986. Grahasta Winaya. Singaraja
Cudamani, 1993. Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema
2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan) Untuk Mahasiswa.
Jakarta : Tiga Serangkai
Dimyati, 1994 .media pendidikan
pengertian pengembangan dan pemanfaatan. Jakarta:CV Rajawali.
Masitoh,2005.
Bernyanyi Dalam Pembelajaran. Surabaya : Surya Gemilang
Halimah, 2018.
Guru Kreatif Dalam Pembelajaran. Surabaya : Surya Gemilang
Hermawan,
2006. Model Pembelajaran
Kreatif.Semarang: Cahaya Gemilang
Sulistiyo,
2007. Dunia Anak. Surabaya : Bima Aneka
Sujana,
1997. Evaluasi Hasil Jakarta: Pustaka gemilang
Purwanto,1987.
Evaluasi Belajar. Surabaya : Pustaka Utama
Suryabrata,1997.
Motivasi dalam Pembelajaran. Jakarta : Balai Pustaka
Titib, I
Made. (2006 ). Menumbuh Kembangkan Pendidikan Budi Pekerti Pada Anak. Denpasar
: PT. Offset
Cudamani, 1993. Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema
2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan) Untuk Mahasiswa.
Jakarta : Tiga Serangkai
Depdikbud, 1993. Kurikulum Pendidikan Dasar. Garis Besar Program
Pengajaran(GBPP)
Depdiknas .2003. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003
Tentang Sistem Pendidikan Nasional:
Depdiknas RI
Depdiknas. 2006. Kompetensi Kepala Sekolah. Jakarta: Depdiknas
Gunawan, Wayan Putu. 2003. Dharma Yadnya. Singaraja : Pasraman Widya
Bakti Kriya Yadnya
Hasibuan,JJ.dkk. 1985. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru
Hamalik, Oemar. 2004. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : PT Bumi Aksara
Kemmis & Taggart, Wardani. 2006. Penelitian Tindakan.)
Purwanto.1998. Mengajar dengan Sukses. Jakarta: Gramedia Widiasarana
Indonesia.
Sujana, N. 1991. Dasar-Dasar Proses BelajarMengajar. Bandung: Sinar
Baru
Sanjaya, W..
2006. Strategi Pembelajaran Georientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana
Titib, I Made. 2006. Pendidikan Budi Pekerti
untuk Anak. Denpasar : Yayasan Dharma Sastra.
Wiana, Ketut. 1993. Pendidikan untuk SD. Jakarta
: Tiga Serangkai.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar