Kamis, 27 September 2018

ARTIKEL ILMIAH


PENERAPAN PEMBELAJARAN PAKEM  DENGAN TEKNIK BERNYANYI   DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS
DAN HASIL BELAJAR TEMATIK SISWA KELAS V
SD NEGERI 5 KARANGASEM  KECAMATAN
KARANGASEM  TAHUN AJARAN
2017/2018



Oleh
Ni Luh Putu Tirtawati, S.Pd
NIP.

Dipresentasikan di Amlapura pada
Acara Lomba Guru Berprestasi
TK Kabupaten Karangasem
Tanggal 11 Mei 2018



ABSTRAK



Penelitian ini didasari oleh rendahnya hasil belajar Kelas V dan Juga pembelajaran yang monoton. Sehingga perlu sebuah solusi dengan menerapkan pembelajaran PAKEM dengan teknik bernyanyi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan) kelas V  melalui penerapan pembelajaran  PAKEM dengan  teknik bernyanyi .Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Rancangan setiap siklus terdiri dari 3 Kali pertemuan. SDN 5 Karangasem   jumlah siswa 26 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan pencatatan dokumen , instrumen observasi dan tes hasil belajar. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan analisis data dapat Aktivitas belajar siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem  Tahun Pelajaran 2017/2018 dengan capaian aktivitas meningkat 8,95% dari siklus I sebesar 75,19% ke siklus II menjadi 81,92%. Hasil belajar siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem Tahun Pelajaran 2017/2018 dengan capaian hasil belajar yang meningkat 10,94% dari 73,85% pada siklus I menjadi 81,92% pada siklus II.

Kata Kunci : Pembelajaran, PAKEM, Bernyanyi, Hasil belajar 


 Latar Belakang Masalah

            Proses pembelajaran akan lebih efektif apabila siswa berpartisipasi aktif. Dengan berpartisipasi, siswa akan mengalami, menghayati, dan menarik pelajaran dari aktivitas yang dilakukan, sehingga hasil belajar tertanam secara lebih mendalam pada diri siswa.  Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan pembelajaran adalah  efektif atau tidaknya pembelajaran yang dilaksanakan oleh para guru di kelas. Proses pembelajaran membutuhkan metode yang tepat, metode mengajar yang digunakan seharusnya berorientasi pada siswa yaitu siswa belajar secara interaktif dan mempunyai kesempatan melakukan komunikasi dan argumentasi.
             Keberhasilan suatu pembelajaran didukung oleh banyak faktor  yaitu  kurikulum, siswa,  sarana dan prasarana,  kondisi lingkungan,  guru,  metode atau strategi yang diterapkan dalam pembelajaran (Dimyati,1994:247). Terkait faktor-faktor pendukung tersebut di Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem belum berjalan maksimal. Keaktifan  dan hasil belajar siswa khususnya pembelajaran tematik kelas V pada  Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem  sampai saat ini masih kurang,  terlihat saat proses pembelajaran keaktifan  siswa sangat rendah  jarang ada siswa yang mau bertanya bila belum mengerti,  dan  hasil belajar  juga masih kurang. Dari salah satu hasil obervasi awal  semester ganjil yang dilaksanakan pada Kelas V Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem   menunjukkan rata – rata hasil belajar 65,77. Daya Serap 65,77% dan Kreteria Ketuntasan Minimal (KKM) klasikal mencapai 42,31%  hal ini menunnjukkan hasil yang masih di bawah dari yang diharapkan yaitu Daya Serap diatas 75% dan Kreteria Ketuntasan Minimal (KKM)  klasikal diatas 75%. Kreteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk Kelas V di Sekolah Dasar Negeri  5 Karangasem  yaitu  70.

Identifikasi Masalah
Dari latar belakang di atas dapat diidentifikasi berbagai masalah sebagai
 berikut yaitu: 1) Masih rendahnya aktivitas belajar siswa kelas V dalam pembelajaran    Tematik terpadu di Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem ; 2) Masih rendahnya hasil belajar siswa Kelas V di Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem pada pembelajaran tematik; 3) Pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu yang cakupannya luas sehingga menyulitkan dalam rangka menemukan metode yang tepat dalam pelaksanaan pembelajarannya; 4) Keradaan buku siswa dan guru yang mengarahkan guru dalam pembelajaran menyulitkan dalam pengembangan penerapan metode pembelajaran.

Pembatasan Masalah
Dari banyaknya masalah yang diidentifikasi di atas, maka perlu diadakan pembatasan masalah. Adapun pembatasan masalah yang dikemukakan adalah:; 1) Penelitian ini difokuskan pada siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem; 2) Penelitian ini hanya terbatas pada pembelajaran PAKEM dengan teknik  bernyanyi; 3) Penelitian ini terbatas aktivitas dan hasil belajar  siswa pada pembelajaran tematik Kelas V  Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem.
     Menindak lanjuti hal-hal yang demikian, peneliti melakukan sebuah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) pada Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan) Pembelajaran 1 semester ganjil 2017/2018. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan).

 

Rumusan Masalah

Dari batasan masalah di atas, dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut: 1) Apakah penerapan pembelajaran PAKEM dengan teknik  bernyanyi  dapat  meningkatkan aktivitas belajar Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan) Pembelajaran 1 siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018? 2) Apakah penerapan pembelajaran PAKEM dengan teknik  bernyanyi  dapat  meningkatkan hasil belajar Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan) Pembelajaran 1 siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018?

Tujuan Penelitian

Berdasarkan pada perumusan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah: 1) Untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem  dengan penerapan pembelajaran PAKEM dengan teknik  bernyanyi  pada pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan) Pembelajaran 1 Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018; 2) Untuk meningkatkan  hasil belajar siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem  dengan penerapan pembelajaran PAKEM dengan teknik  bernyanyi  pada pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan) Pembelajaran 1 Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018.

Manfaat Penelitian

           Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan terhadap khasanah pengetahuan serta dapat bermanfaat bagi ilmuwan dalam pengembangan teori-teori pendidikan terkait dengan Pembelajaran Tematik.
Secara praktis penelitian ini juga diharapkan bermanfaat bagi peneliti untuk memotivasi diri unuk mengadakan penelitian lain dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran, sehingga siswa akan mendapatkan manfaat dalam meningkatkan hasil belajarnya. Berdasarkan hal itu maka sekolah dimana peneliti bertugas akan memotivasi guru lain untuk melakukan hal yang sama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah dari sisi pembelajarannya.

Pengertian  Pembelajaran PAKEM

            Pembelajaran PAKEM merupakan sebuah inovasi dalam pembelajaran. Halimah (2018:76) menyatakan bahwa Pendekatan pembelajaran PAKEM merupakan proses pembelajaran yang menciptakan keaktifan guru dan siswa dalam pelajaran yang menyenangkan dan efektif.
      Sedangkan dalam Hermawan (2006 : 45) dijelaskan  Pembelajaran PAKEM adalah sebuah pembelajaran yang suasana belajar melibatkan siswa dan guru dalam interaksi dua arah, situasi kelas dan terdapat inovasi – inovasi guru yang membuat situasi kelas menyenangkan.
     Dari uraian diatas maka  pendekatan PAKEM merupakan  pendekatan pembelajaran dimana  guru dan peserta didik untuk mengerjakan kegiatan yang beragam dalam rangka mengembangkan keterampilan dan pemahamannya, dengan penekanan peserta didik belajar sambil bekerja, sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar (termasuk pemanfaatan lingkungan), supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan efektif.

 

Metode Bernyanyi
Bernyanyi merupakan hal yang menyenangkan. Hermawan dalam ( 2006:24 ) menyatakan bahwa pembelajaran akan efektif jika dilakukan dengan menyenangkan.
            Metode bernyanyi merupakan metode yang melafazkaan suatu kata/ kalimat tunggal, Siswa bernyanyi sesuai dengan kesenangan siswa. Metode bernyanyi adalah metode pengajaran yang dilakukan dengan cara berdendang, dengan menggunakan suara yang merdu, nada yang enak didengar dan kata-kata yang mudah dihapal (Sulistiyo, 2007 : 34 )
.Nyanyian merupakan alat untuk mencurahkan pikiran dan perasaan untuk berkomunikasi. Nyanyian memiliki fungsi sosial selama nyanyian itu dikomunikasikan. Kekuatan nyanyian pada fungsi ini dapat kita lihat pada pendidikan. Melalui nyanyian, kita berupaya membantu diri anak menuju kedewasaan dalam hal menumbuhkembangkan aspek fisik, intelegensi, emosi dan rasa sosial anak. Sulistiyo (2007 : 45 ) menjelaskan nyanyian yang baik buat siswa adalah sesuai untuk anak-anak, adalah antara lain : 1) Nyanyian yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan diri 2) anak (aspek fisik, intelegensi, emosi, sosial) ; 3) Nyanyian itu bertolak dari kemampuan yang telah dimiliki anak ; 4) Isi lagu sesuai dengan dunia anak-anak; 5) Bahasa yang digunakan sederhana; 6) Luas wilayah nada sepadan dengan kesanggupan alat suara dan pengucapan anak.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa metode bernyanyi adalah penyampaian pelajaran dengan cara guru menyanyi/berdendang dengan suara yang merdu dan nada yang enak didengar sebagai suatu upaya untuk menyampaikan bermacam informasi dan pengetahuan.

Pengertian Aktivitas Belajar
Pembelajaran yang aktif adalah pembelajaran yang menyediakan kesempatan belajar sendiri atau melakukan aktivitas sendiri. Proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas merupakan aktivitas mentransformasikan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan (Martinis, 2007). Aktivitas merupakan prinsip atau asas yang sangat penting dalam interaksi belajar mengajar (Sardiman, 2006).
Saat pembelajaran belangsung siswa mampu memberikan umpan balik terhadap guru. Sardiman (2006: 100) menyatakan bahwa aktivitas belajar merupakan aktivitas yang bersifat fisik maupun mental. Dalam kegiatan belajar keduanya saling berkaitan Hamalik (1995) menyatakan bahwa aktivitas belajar merupakan kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Aktivitas  belajar  dapat  terwujud  apabila  siswa  terlibat belajar secara aktif. Martinis (2007) mendefinisikan belajar    aktif    sebagai    usaha    manusia    untuk    membangun pengetahuan dalam dirinya. Pembelajaran akan menghasilkan suatu perubahan dan peningkatan kemampuan, pengetahuan dan ketrampilan pada diri siswa. Siswa mampu menggali kemampuannya dengan rasa ingin tahunya sehingga interaksi yang terjadi akan menjadi pengalaman dan keinginan untuk mengetahui sesuatu yang baru.
Berdasarkan pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar merupakan kegiatan atau tindakan baik fisik maupun mental yang dilakukan oleh individu untuk membangun pengetahuan dan ketrampilan dalam diri dalam kegiatan pembelajaran.  Aktivitas  belajar  akan  menjadikan  pembelajaran yang efektif. Guru tidak hanya menyampaikan pengetahuan dan ketrampilan  saja.  Namun,  guru  harus  mampu  membawa  siswa untuk aktif dalam belajar.

Hasil Belajar Siswa
Tirtonegoro (2001) mengemukakan hasil belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap siswa dalam periode tertentu.  Djamarah (1996) mengungkapkan hasil belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar.
Widoyoko (2009), mengemukakan bahwa hasil belajar terkait dengan pengukuran, kemudian akan terjadi suatu penilaian dan menuju evaluasi baik menggunakan tes maupun non-tes. Pengukuran, penilaian dan evaluasi bersifat hirarki. Evaluasi didahului dengan penilaian (assessment), sedangkan penilaian didahului dengan pengukuran.

Pembelajaran Tematik

Pembelajaran tematik memiliki perbedaan kualitatif (qualitatively different) dengan model pembelajaran lain. Pembelajaran tematik sifatnya memandu peserta didik mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher levels of thinking) atau keterampilan berpikir dengan mengoptimasi kecerdasan ganda (multiple thinking skills), sebuah proses inovatif bagi pengembangnan dimensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
Implemementasi pembelajaran tematik menuntut kemampuan guru dalam mentransformasikan materi pembelajaran di kelas. Karena itu, guru harus memahami materi apa yang diajarkan dan bagaimana mengaplikasikannya dalam lingkungan belajar di kelas. Oleh karena pembelajaran tematik ini bersifat ramah otak, guru harus mampu mengidentifikasi elemen-elemen lingkungan yang mungkin relevan dan dapat dioptimasi ketika berinteraksi dengan peserta didik selama proses pembelajaran yaitu : 1) Mereduksi tingkat kealpaan atau bernilai tambah berpikir reflektif; 2) Memperkaya sensori pengalaman di bidang sikap, keterampilan, dan pengetahuan; 3) Menyajikan isi atau substansi pembelajaran yang bermakna; 4) Lingkungan yang memperkaya pembelajaran; 5) Bergerak memacu pembelajaran (Movement to Enhance Learning); 6) Membuka pilihan-pilihan; 7) Optimasi waktu secara tepat; 8) Kolaborasi; 9_ Umpan balik segera.; 9) Ketuntasan atau aplikasi.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah: 1) mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu; 2) mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama; 3) memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan; 4) mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik; 5) lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain; 6) lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas; 7) guru  dapat menghemat waktu, karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan  dalam 2 atau 3 pertemuan bahkan lebih dan atau pengayaan; dan 7) budi pekerti dan moral peserta didik dapat ditumbuh kembangkan dengan mengangkat sejumlah nilai budi pekerti sesuai dengan situasi dan kondisi.
Berikut adalah ciri-ciri dari pembelajaran tematik terpadu : 1) Memberikan pengalaman langsung pada anak; 2) Pemisahan antar muatan pelajaran tidak begitu jelas (menyatu  dalam  satu pemahaman dalam kegiatan); 3) Menyajikan konsep dari berbagai pelajaran dalam satu proses pembelajaran  (saling terkait antar muatan yang satu dengan lainnya); 4) Bersifat luwes (keterpaduan berbagai muatan pelajaran); 5) Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak (melalui penilaian proses dan hasil belajarnya).
Pembelajaran Tematik  Terpadu melalui beberapa tahapan yaitu pertama guru harus mengacu pada tema sebagai pemersatu berbagai muatan pelajaran untuk satu tahun.Kedua guru melakukan analisis Standar Kompetensi Lulusan, Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar dan membuat indikator dengan tetap memperhatikan muatan materi dari Standar Isi. Ketiga membuat hubungan pemetaan antara kompetensi dasar dan indikator dengan tema. Keempat membuat jaringan KD,  indikator.  Kelima  menyusun silabus tematik dan keenam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu dengan menerapkan pendekatan saintifik.

 

Kerangka Berpikir

Agar  pembelajaran siswa dapat terlibat secara aktif dalam proses memperoleh dan memahami materi yang diajarkan maka diperlukan metode yang melibatkan siswa secara maksimal dalam pembelajaran salah satunya adalah menerapkan  pembelajaran PAKEM dengan teknik bernyanyi dalam kerangka pembelajaran tematik. Pembelajaran ini dilaksanakan sehingga tidak membosankan untuk mencapai tujuan pembelajaran Dengan menerapkan  pembelajar  diharapkan hasil belajar dapat meningkat.

Metode
Lama

Hasil belajar

Metode Pakem dengan teknik bernyanyi dalam keranka pembelajaran tematik

Meningkat

Permasalahan
 


                                              
                                                                         
         
Gambar 1 Kerangka berpikir di atas dapat digambarkan sebagai berikut

2.8       Hipotesis Tindakan

           
Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah Penerapan pembelajaran PAKEM dengan teknik  bernyanyi  dapat meningkatkan hasil belajar tematik siswa Kelas V  Sekolah Dasar  Negeri 5 Karangasem  Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018.

Rancangan Penelitian

 Penelitian ini dilaksanakan dalam dua (2) siklus yang masing-masing siklus terdiri dari 4 (empat) tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Adapun tahapan-tahapan atau alur pelaksanaan tindakan untuk masing-masing siklus adalah sebagaimana tampak pada gambar.1 yaitu :

Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem   yang 26 Orang, yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Mengacu pada batasan penelitian ini, maka objek dari penelitian tindakan kelas ini aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menggunakan penerapan pembelajaran PAKEM dengan teknik bernyanyi dan simulasi.
Selama 3 bulan yang berlangsung pada Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan) Pembelajaran 1 Kelas V dengan jadwal siklus I pada tanggal 22, 23 Pebruari 2018 yang diselingi tes siklus I tanggal 26 Pebruari 2018. Siklus II dilaksanakan tanggal 1 dan 2 Maret 2018 yang diakhiri tes siklus II pada tanggal 5 Maret 2018.

 Kondisi pembelajaran siswa Kelas V  Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem  yang di peroleh dari hasil  tes ulangan harian menunjukkan bahwa dari  26 orang siswa hanya 11 orang yang mendapat nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan 26 orang siswa mendapat nilai di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Dengan demikian masih banyak siswa kelas tersebut yang belum mencapai standar ketuntasan minimal (KKM). 
Siklus I
Kegiatan
Deskripsi
Alokasi Waktu
Pendahuluan
1. Kelas dibuka dengan salam, menanyakan kabar, dan mengecek kehadiran siswa.
2. Kelas dilanjutkan dengan doa dipimpin oleh salah seorang siswa.
3. Guru mengecek kesiapan siswa untuk memulai pembelajaran
4. Guru menanyangkan gambar tentang sebuah peristiwa sebagai apersepi.
5. Guru menginformasikan  tentang materi yang akan dipelajari yaitu tentang Peristiwa Kebangsaan Seputar ProklamasiKemerdekaan
5 menit
Kegiatan inti

Pertemuan I
1       Guru membuka pelajaran dengan menunjukkan gambar pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan RI
2       Guru mengajak siswa mengamati gambar kemudian siswa diminta memberikan penjelasan tentang gambar tersebut (Mengamati)
3       Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya jawab tentang teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (Menanya)
4       Siswa dan guru berdiskusi tentang keterlibatan tokoh-tokoh dalan pembacaan Naskah Proklamasi. (Menalar)
5       Guru memberikan  lagu yang isinya tentang tokoh-tokoh proklamasi
6       Siswa diajak untuk menyanyikan lagu tersebut (Mencoba)
Pertemuan II
7       Siswa diajak bersimulasi bermain peran tentang peristiwa proklamasi. (Mencoba)
8       Siswa mempresentasikan hasil masing-masing kelompok.(Mengkomunikasikan)
9       Siswa diajak bermain tebak gambar (Mencoba)
10    Guru mengajak siswa mengulang  lagu yang isinya tentang tokoh-tokoh Proklamasi untuk menguatkan ingatan siswa tentang materi yang telah dipelajari.
11    Siswa mendiskusikan tentang tempo dari lagu yang dinyanyikan
12    Siswa bersama kelompoknya mengerjakan LKS tentang lagu lagu yang bertempo lambat,sedang,dan cepat. (Mencoba)
13    Mempresentasikan hasil masing-masing kelompok. .(Mengkomunikasikan)
35 menit
















35 menit

Penutup
1. Siswa bersama guru melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah berlangsung:
·          Apa saja yang telah dipelajari dari kegiatan hari ini?
2. Siswa bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran pada hari ini.
3. Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari
4. Guru menyampaikan tentang aktivitas pembelajaran pada pertemuan selanjutnya tentang Peristiwa Penting dalam Pembentukan NKRI
5. Melakukan penilaian pembelajaran
6. Kelas ditutup dengan doa bersama dipimpin salah seorang siswa.
15 menit

Refleksi pada akhir siklus I didasarkan pada hasil tes belajar siswa, hasil wawancara  dengan siswa mengenai kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dan kendala-kendala yang ditemukan selama pelaksanaan tindakan pada siklus I. Hasil refleksi tindakan siklus I ini yang akan digunakan sebagai dasar merefleksi perencanaan dan pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan untuk menyempurnakan  perencanaan dan pelaksanaan tindakan pada siklus II.

Siklus II
Kegiatan
Deskripsi
Alokasi Waktu
Pendahuluan
1. Kelas dibuka dengan salam, menanyakan kabar, dan mengecek kehadiran siswa.
2. Kelas dilanjutkan dengan doa dipimpin oleh salah seorang siswa.
3. Guru mengecek kesiapan siswa untuk memulai pembelajaran
4. Guru menanyangkan gambar tentang sebuah peristiwa sebagai apersepi.
5. Guru menginformasikan  tentang materi yang akan dipelajari yaitu tentang Peristiwa Kebangsaan Seputar ProklamasiKemerdekaan
5 menit
Kegiatan inti

Pertemuan I
1       Guru membuka pelajaran dengan menunjukkan gambar pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan RI
2       Guru mengajak siswa mengamati gambar kemudian siswa diminta memberikan penjelasan tentang gambar tersebut (Mengamati)
3       Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya jawab tentang teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (Menanya)
4       Siswa dan guru berdiskusi tentang keterlibatan tokoh-tokoh dalan pembacaan Naskah Proklamasi. (Menalar)
5       Guru memberikan  lagu yang isinya tentang tokoh-tokoh proklamasi
6       Siswa diajak untuk menyanyikan lagu tersebut (Mencoba)
Pertemuan II
7       Siswa diajak untuk bersimulasi bermain peran. Tentang peristiwa proklamasi (Mencoba)
8       Siswa mempresentasikan hasil masing-masing kelompok.(Mengkomunikasikan)
9       Siswa diajak bermain tebak gambar (Mencoba)
10    Guru mengajak siswa mengulang  lagu yang isinya tentang tokoh-tokoh Proklamasi untuk menguatkan ingatan siswa tentang materi yang telah dipelajari.
11    Siswa mendiskusikan tentang tempo dari lagu yang dinyanyikan
12    Siswa bersama kelompoknya mengerjakan LKS tentang lagu lagu yang bertempo lambat,sedang,dan cepat. (Mencoba)
13    Mempresentasikan hasil masing-masing kelompok. .(Mengkomunikasikan)
35 menit









35 menit
Penutup
1.     Siswa bersama guru melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah berlangsung:
·      Apa saja yang telah dipelajari dari kegiatan hari ini?
2.     Siswa bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran pada hari ini.
3.     Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari
4.     Guru menyampaikan tentang aktivitas pembelajaran pada pertemuan selanjutnya tentang Peristiwa Penting dalam Pembentukan NKRI
5.     Melakukan penilaian pembelajaran
6.     Kelas ditutup dengan doa bersama dipimpin salah seorang siswa.
15 menit

Refleksi yang dilakukan pada akhir siklus II didasarkan , hasil tes belajar siswa, hasil wawancara dengan siswa, dan kendala-kendala yang ditemukan selama pelaksanaan tindakan pada siklus II. Kemudian hasil refleksi tindakan siklus II ini yang akan digunakan sebagai dasar untuk menyusun laporan  dari peneliti yang telah dilaksanakan.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pencatatan dokumen, aktivitas dan hasil belajar siswa seperti tabel dibawah ini :

Rubrik Penilaian Aktivitas Belajar

Muatan
Indikator
Pernyataan
Skor
IPS
4.1.1  Menyajikan isi teks Proklamasi
1.   Menyajikan dengna lengkap
2.   Menyajikan dengan terstruktur
3 Berbahasa yang baik dan benar
1  = kurang
2  = cukup
3  = baik
4  = baik sekali
SBDP
4.2.1Menyanyikan lagu bertangga nada lambat,sedang,dan cepat
1.   Menyanyi dengan baik dan benar
2.   Menyanyi dengan kompak dan tertib
1  = kurang
2  = cukup
3  = baik
4  = baik sekali

Rubrik Penilaian Hasil Belajar

Muatan
Indikator
No Soal
Soal
Skor
IPS
3.4.1.  Menyebutkan tokoh-tokoh Proklamasi Kemerdekaan RI
3.4.2   Mengidentifikasi peristiwa   Proklamasi Kemerdekaan RI
1

2


3


4
Siapa nama bapak Proklamator RI  ?
Siapa pengibar Bendera Pusaka pertama kali ?
Dimana dibacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan RI?
Bagaimana peristiwa proklamasi itu terjadi?
2


2


2

2
SBDP
3.2.1 Mengidentifikasi lagu lagu yang bertempo lambat,sedang dan cepat
5
Tulislah 2 contoh lagu yang bertempo lambat dan cepat
2

Data aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran di kelas V didapat melalui tes unjuk kerja kemudian data dianalisis dengan metode statistik deskriptif, yaitu di cari rata-rata, daya serap, ketuntasan. Selanjutnya mencari peningkatan yang terjadi di lihat dengan cara membandingkan hasil siklus I dan II.
Indikator Keberhasilan Penelitian
Penetapan indikator kinerja bertujuan untuk menentukan tingkat keberhasilan pelaksanaan penelitian tindakan kelas jika ditinjau dari tujuan penelitian. Indikator kinerja ini merupakan tolak ukur keberhasilan pelaksanaan penelitian tindakan kelas. Adapun indikator kinerja dalam penelitian ini adalah hasil rata rata belajar dan aktivitas belajar siswa diatas 75, daya serap siswa diatas 75%, dan pencapaian ketuntasan belajar siswa secara klasikal mencapai di atas 75%  atau pada katagori baik. KKM Kelas V SDN 5 Karangasem adalah 70.       

Hasil Penelitian
Kondisi awal yang terjadi dalam proses pembelajaran  di Kelas V  pada Semester II tahun pelajaran 2017/2018 adalah :  1) Metode ceramah dan tanya jawab yang dilaksanakan  secara individual  mendominasi pembelajaran yang  kurang dilandasi pembelajaran  kooperatif yang mengarahakan pada keterampilan proses siswa; 2) Metode ceramah dan tanya jawab membuat pembelajaran tidak menyenangkan karena karaketristik siswa Kelas V; 3) Hasil belajar yang belum optimal. Ini dibuktikan berdasarkan dengan nilai Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan)  pada aspek pengetahuan dari 26 siswa hanya 11 orang yang hanya mampu mencapai KKM yaitu 70 keatas. Rata – rata hasil belajar hanya 65,77, daya serap 65,77%  Ketuntasan belajar 42,31% .
Siklus I dilaksanakan selama 3 kali  pertemuan, siklus I pertemuan I dilaksanakan pada hari Kamis, 22 Pebruari 2018 dan pertemuan II dilaksanakan pada hari Jumat, 23 Pebruari 2018, Peretemuan ke III dilaksanakan untuk tes hasil belajar pada hari Senin, 26 Pebruari 2018. Materi yang dibahas pada siklus I adalah Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan) Pembelajaran 1  di Sekolah  Dasar Negeri 5 Karangasem yang menerapkan pembelajaran PAKEM dengan teknik  bernyanyi.

Pelaksanaan Tindakan dan Observasi
Siklus I
Tahapan ini adalah implementasi dari segala perencanaan yang telah dipersiapkan sebelumnya.  Kegiatan pembelajaran pada siklus I diawali dengan pengelolaan kelas, dimana guru mengabsensi siswa, membimbing siswa yang membuat gaduh, memperhatikan tempat dan posisi duduk siswa dan menenangkan siswa sehingga siswa fokus pada guru. Selanjutnya   siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan mendapat tanggung jawab menyanyikan lagu yang mengandung muatan pelajaran. Selanjutnya guru menugaskan untuk masing-masing kelompok menyanyikan lagu ke depan. Guru menyamakan persepsi tentang materi. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya dan berkomentar tentang kelompok yang presentasi. Selanjutnya guru mengadakan evaluasi secara individual untuk mengetahui sejauhmana pemahaman siswa terhadap materi. Capaian siklus I seperti tabel di bawah ini:
No
Capaian Siklus I
Nilai Aktivitas Belajar
Nilai Hasil Belajar
1
Rata-Rata 
75,19

2
Kenaikan hasil belajar

73,85
3
Daya serap siswa
75,19%
12,28%
4
Ketuntasan belajar siswa
73,08%
73,85%



50,00%

Ketidak berhasilan tersebut tampaknya disebabkan pembelajaran PAKEM dengan teknik bernyanyi masih baru dialami oleh siswa sehingga keberanian  untuk bernyanyi sambil belajar masih perlu ditingkatkan, faktor yang lain masih kurangnya dalam melafalkan lagu sesuai dengan lirik yang sudah diberikan
        Berdasarkan hasil refleksi siklus I, maka pada siklus II dilakukan dengan beberapa perbaikan: 1) Menambah lagi nyanyian kreasi yang berisi muatan pelajaran; 2) Memberikan contoh lagu lagu familiar yang bisa  di ambil liriknya untuk dimasukkan muatan pelajaran; 3) Membuat kelompok baru lagi ; 4) Memberikan penghargaan terhadap keompok dengan kreasi nyanyian terbaik dan kekompakan; 5) Memberikan motivasi pada anak.
Walaupun kemampuan pengetahuan Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan)   berada pada kriteria baik, masih ditemukan beberapa permasalahan dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan selama siklus I berlangsung. Adapun permasalahan yang muncul di siklus I dipaparkan sebagai berikut: 1) Siswa masih belum menyatu dengan anggota kelompoknya, sehingga dalam belajar menyanyi ada perasaan malu; 2) Siswa baru mengenal irama lagu sehingga perlu waktu lama unruk mempelajari dan menyanyikan; 3) Kebanyakan siswa masih malu dan kurang berani dalam bernyanyi  . Ini terlihat pada saat guru meminta siswa untuk menyuruh kelompok bernyanyi masih salih tunjuk , sikap siswa yang diam dan tidak mengangkat tangannya. Siswa baru berani bernyanyi  ketika diminta oleh guru.
Permasalahan-permasalahan yang ditemukan di atas kemudian didiskusikan oleh guru dan teman sejawat, dalam kegiatan refleksi untuk dicarikan solusinya. Melalui kegiatan refleksi ini, maka disepakati beberapa solusi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan di atas. Adapun solusi tersebut antara lain: 1) Memberikan penguatan  dan motivasi kepada siswa agar mau lebih semangat dan yakin untuk menyanyikan lagu pelajaran; 2) Memberikan penekanan kepada siswa untuk tetap memperhatikan waktu dalam bernyanyi; 3) Menambah lagi nyanyian kreasi yang berisi muatan pelajaran; 4) Memberikan contoh lagu lagu familiar yang di pakai dalam pelajaran; 5) Membuat kelompok baru lagi; 6) Memberikan penghargaan terhadap keompok dengan kreasi nyanyian terbaik dan kekompakan.

Siklus II

Siklus II dilaksanakan selama 3 kali pertemuan, siklus II pertemuan I dilaksanakan pada hari Kamis, 1 Maret 2018 dan pertemuan II dilaksanakan pada hari Jumat, 2 Maret 2018, Peretemuan ke III dilaksanakan untuk tes hasil belajar pada hari Senin, 5 Maret 2018. Materi yang dibahas pada siklus II sama dengan siklus I.
Kegiatan pembelajaran pada siklus II diawali dengan pengelolaan kelas, dimana guru mengabsensi siswa, membimbing siswa yang membuat gaduh, memperhatikan tempat dan posisi duduk siswa dan menenangkan siswa sehingga siswa fokus pada guru . Selanjutnya siswa kembali dibagi menjadi beberapa kelompok dan mendapat tugas untuk belajar dan menyanyikan lagu yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

No
Capaian Siklus II
Nilai
Nilai
 1
Rata-Rata 
81,92
81,92
 2
Kenaikan hasil belajar
8,95%
10,94%
 3
Daya serap siswa
81,92%
81,92%
 4
Ketuntasan belajar siswa
100,00%
100,00%

Berdasarkan capaian aktivitas dan hasil belajar seperti ditunjukan pada tabel di atas telah menggambarkan keberhasilan pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini. Capaian aktivitas dan hasil belajar tersebut telah melampaui indikator keberhasiln yang telah ditetapkan. Pelaksanaan tindakan pada siklus II disesuaikan dengan hasil refleksi siklus I dengan melakukan beberapa tindakan perbaikan. Pada tahap siklus II ini, siswa telah menunjukkan hal-hal positif antara lain : 1) Siswa terlihat sudah mampu bernyanyi secara  kelompok secara optimal, tidak terlihat lagi  merasa canggung atau ragu dalam menyanyikan lagu yang sudah dipersiapkan; 2) Siswa sudah mulai aktif dan lebih berani dalam  menyanyi lagu yang sudah dipersiapkan . Ini terlihat dari banyaknya siswa yang mengangkat tangannya ketika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyanyikan lagu; 3) Siswa sudah mulai terbiasa menjawab soal yang diberikan sesuai dengan yang telah dipelajarinya  sehingga hasil belajar pada aspek pengetahuan  Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan)  mengalami  peningkatan.
Perbaikan tindakan yang dilaksanakan pada siklus II ternyata secara kuantitas dapat meningkatkan kemampuan pemahaman siswa terhadap konsep Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan). Capaian aktivitaas pembelajaran telah meningkat dari siklus I sebesar 75,19% meningkat ke siklus II menjadi 81,92%. Dengan capaian ketuntasan aktivitas siklus II sebesar 100%. Demikian pula capaian rata-rata skor kemampuan hasil belajar siswa telah meningkat dari 73,85% pada siklus I meningkat menjadi 81,92%  dengan tingkat ketuntasan sebesar 100% pada siklus II yang berada pada kriteria sangat baik. Keseluruhan peningkatan aktivitas belajar dari siklus I ke siklus II adalah 8,95% dan peningkatan hasil belajar sebesar 10,94%.
Perbaikan pelaksanaan pembelajaran pada siklus I telah mampu memperbaiki capaian pada siklus II sehingga melampaui indikator keebrhasilan yang ditetapkan. Berdasarkan capain tersebut maka tahapan pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada siklus II dihentikan.

Simpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan penelitian ini dapat ditarik simpulan sebagai berikut: 1) Pembelajaran dengan pendekatan PAKEM dengan teknik bernyanyi dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem  Tahun Pelajaran 2017/2018 dengan capaian aktivitas meningkat 8,95% dari siklus I sebesar 75,19% ke siklus II menjadi 81,92%, dan 2) meningkatkan hasil belajar siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 5 Karangasem Tahun Pelajaran 2017/2018 dengan capaian hasil belajar yang meningkat 10,94% dari 73,85% pada siklus I menjadi 81,92% pada siklus II.

Saran
Laporan penelitian tindakan kelas ini terlaksana tidak terlepas dari segala kekurangan. Sehingga demi kesempurnaan perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporannya sangat diharapakan adanya saran-saran dari berbagai pihak. Demikian pula sekelumit karya ini semoga bermanfaat untuk dunia pendidikan khususnya : 1) Meningkatkan hasil  belajar siswa yang dijadikan subjek penelitian; 2) Meningkatkan pemahaman pendidik tentang pentingnya penelitian tindakan kelas; 3) Meningkatkan perhatian sekolah dalam mengupayakan penelitian tindakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.


DAFTAR PUSTAKA


Arikunto, Suharsini. 2006. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta
Bloom 2018. Contextual Teaching & Learning. Bandung: Mizan Learning Center
Buda Praksita Sri Pandita. 1986. Grahasta Winaya. Singaraja
Cudamani, 1993. Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan) Untuk Mahasiswa. Jakarta : Tiga Serangkai
Dimyati, 1994 .media pendidikan pengertian pengembangan dan pemanfaatan. Jakarta:CV Rajawali.
Masitoh,2005. Bernyanyi Dalam Pembelajaran. Surabaya : Surya Gemilang
Halimah, 2018. Guru Kreatif Dalam Pembelajaran. Surabaya : Surya Gemilang
Hermawan, 2006. Model Pembelajaran  Kreatif.Semarang: Cahaya Gemilang
Sulistiyo, 2007. Dunia Anak. Surabaya : Bima Aneka
Sujana, 1997. Evaluasi Hasil Jakarta: Pustaka gemilang
Purwanto,1987. Evaluasi Belajar. Surabaya : Pustaka Utama
Suryabrata,1997. Motivasi dalam Pembelajaran. Jakarta : Balai Pustaka
Titib, I Made. (2006 ). Menumbuh Kembangkan Pendidikan Budi Pekerti Pada Anak. Denpasar : PT. Offset
Cudamani, 1993. Pembelajaran Tema 7 (Peristiwa dalam Kehidupan) Sub Tema 2 (Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan) Untuk Mahasiswa. Jakarta : Tiga Serangkai
Depdikbud, 1993. Kurikulum Pendidikan Dasar. Garis Besar Program Pengajaran(GBPP)
Depdiknas .2003. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang      Sistem Pendidikan Nasional: Depdiknas RI
Depdiknas. 2006. Kompetensi Kepala Sekolah. Jakarta: Depdiknas
Gunawan, Wayan Putu. 2003. Dharma Yadnya. Singaraja : Pasraman Widya Bakti  Kriya Yadnya
Hasibuan,JJ.dkk. 1985. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru
Hamalik, Oemar. 2004. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : PT Bumi Aksara
Kemmis & Taggart, Wardani. 2006. Penelitian Tindakan.)
Purwanto.1998. Mengajar dengan Sukses. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Sujana, N. 1991. Dasar-Dasar Proses BelajarMengajar. Bandung: Sinar Baru              
Sanjaya, W.. 2006. Strategi Pembelajaran Georientasi Standar Proses Pendidikan.      Jakarta: Kencana
Titib, I Made. 2006. Pendidikan Budi Pekerti untuk Anak. Denpasar : Yayasan Dharma Sastra.
Wiana, Ketut. 1993. Pendidikan untuk SD. Jakarta : Tiga Serangkai.

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Design by Teacher Creative Corner | Bloggerized by Seraya - Seraya Blogger Themes | Affiliate Network Reviews